google translate

Tentang JDP PDF Cetak E-mail
Profil

Sejarah Singkat

Jaringan Damai Papua (JDP) didirikan oleh Ketua Tim Kajian Papua LIPI, editor dan salah satu penulis buku Papua Road Map (Jakarta, YOI: 2009) yaitu Alm. Dr. Muridan S. Widjojo bersama seorang rohaniwan Katolik, Rektor Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) “Fajar Timur” Jayapura yaitu Dr. Neles Tebay. JDP dinyatakan berdiri pada Februari 2010 yang juga sekaligus rapat kerja pertama JDP.

 

Sebelum JDP didirikan pada 2010, kampanye dialog sudah dilakukan secara terpisah-pisah. Sejak akhir 2008, Alm. Muridan bersama anggota timnya—terutama Dr. Adriana Elisabeth dan Amiruddin al Rahab, MSi.—memperkenalkan konsep Papua Road Map yang salah satunya merekomendasikan dialog Jakarta-Papua. Setelah bukunya terbit, sosialisasi dialog semakin gencar di kalangan pemerintah pusat, parlemen, NGOs, dan lembaga-lembaga keagamaan di Jakarta. Sesekali Muridan berbicara di forum internasional, di beberapa negara Eropa, Australia, dan Asia, memperkenalkan buku tersebut dan gagasannya tentang dialog.

 

Seirama dengan Alm. Muridan, Neles Tebay juga menulis buku tipis Dialog Jakarta-Papua (Jayapura, SKP: 2009). Bukunya mendapat sambutan hangat dari publik di Papua. Dimulailah sejumlah diskusi yang kemudian meluas membahas kemungkinan diadakannya dialog Jakarta-Papua. Neles pun menghadiri berbagai diskusi dan debat tentang dialog dengan tidak hanya masyarakat akademis tetapi juga aktivis sosial dan anggota faksi-faksi politik pro-merdeka dari kelompok yang berbeda-beda. Gagasan dialog pun bergulir dengan sangat cepat dan mendapatkan tanggapan semakin luas.


Setelah JDP berdiri, sejak awal 2010, JDP aktif menyelenggarakan Konsultasi Publik (KP) di kalangan penduduk asli Papua. Setidaknya, JDP sukses menyelenggarakan KP di 19 kabupaten/kota. Selain itu KP juga dilakukan dengan tokoh-tokoh kelompok strategis (pendatang) di 6 kabupaten/kota. Khusus untuk KP pendatang penyelenggaraan dilakukan oleh Aliansi Demokrasi untuk Papua di bawah pimpinan Latifah Anum Siregar, SH. yang juga merupakan anggota JDP. Pada acara KP tokoh masyarakat mendapatkan penjelasan tentang konsep dialog dan menyampaikan pendapat dan harapannya tentang dialog. Sebagai kristalisasi dari hasil diskusi di berbagai KP, diadakanlah Konferensi Perdamaian Tanah Papua (KPP) yang diselenggarakan pada Juli 2011. Di sini dinyatakan melalui deklarasi bahwa “Dialog adalah Jalan Terbaik untuk Menyelesaikan Masalah Papua”. Meskipun KPP sudah selesai, KP masih akan terus dilakukan agar sosialisasi dialog Papua semakin meluas.

 

Anggota

Jaringan Damai Papua (JDP) adalah kelompok fasilitator terlatih yang menghimpun sejumlah aktivis masyarakat sipil dari lingkungan dosen, peneliti, mahasiswa, LSM dan organisasi keagamaan, organisasi berbasis etnis/suku/adat dan kelompok strategis lainnya untuk bekerja sama secara sukarela menghubungkan berbagai pihak yang bertikai dan secara umum membantu masyarakat Papua dan pemerintah Indonesia mempersiapkan dialog Jakarta-Papua. Saat ini sudah ada sekitar 30 pemimpin fasilitator, baik itu dari Papua dan/atau non-Papua yang mewakili berbagai pihak dimasyarakat (30% adalah wanita). Selain itu JDP juga memiliki koordinator daerah di berbagai kabupaten/kota di mana JDP telah menyelenggarakan konsultasi publik.

Tentang JDP