google translate

JDP Memfasilitasi Dialog Internal Papua PDF Cetak E-mail
Siaran Pers
Sabtu, 21 Maret 2015 08:19

Siaran Pers, 19 Maret 2015

JDP MEMFASILITASI DIALOG INTERNAL PAPUA 

Oleh Pater DR Neles Tebay


Jaringan Damai Papua (JDP), sesuai dengan peranannya sebagai fasilitator untuk semua, akan mengfasilitasi Dialog Internal Papua dalam rangka menyambut ajakan dialog yang disampaikan Presiden Joko “jokowi” Widodo dalam kunjungannya ke Papua, Desember 2014. Menurut rencana, Dialog Internal Papua ini akan diselenggarakan dalam tahun 2015 ini di Jayapura.


Dalam kunjungan lalu, Presiden Jokowi menyampaikan dua komitment Pemerintah yakni membangun Papua menjadi Tanah Damai dan menyelesaikan berbagai permasalahan di Tanah Papua melalui dialog.


Komitmen ini memperlihatkan bahwa Pemerintah telah membuka diri untuk berdialog dengan Papua dalam rangka menjadikan Papua sebagai Tanah Damai. Jadi Dialog Jakarta-Papua bermuara pada terciptanya perdamaian di Tanah Papua. Itu berarti agenda dialog Jakarta-Papua adalah pembangunan perdamaian di Tanah Papua.


Warga Papua yang hidup di atas Tanah Papua ini mesti menyambut keterbukaan Pemerintah ini dengan gembira. Komitment pemerintah ini merupakan suatu kesempatan emas yang disediakan oleh Pemerintah untuk membahas tentang pembangunan perdamaian di Tanah Papua melalui suatu proses dialog.


Untuk menyambut kesempatan inilah, JDP mengambil inisiatif untuk mengfasilitasi Dialog Internal Papua sebagai suatu tahapan persiapan menuju Dialog Jakarta-Papua.


Menurut pengamatan JDP, Dialog Internal Papua ini penting sekali untuk dilaksanakan karena sudah merupakan suatu kebutuhan, bahkan suatu kerinduan warga Papua. Ketika Dialog Jakarta-Papua diwacanakan, banyak pihak mengangkat pentingnya dialog internal antara warga Papua sebelum berdialog dengan pihak Jakarta. Pernyataan seperti “Sebelum kita berdialog dengan jakarta, perlu ada dialog antara kita yang hidup Tanah Papua”, ini sudah berkali-kali disampaikan oleh banyak pihak. Menyadari pentingnya dialog internal ini, JDP memilih moto: “Mari Kitorang Bicara Dulu!”.


JDP melihat juga bahwa di antara warga Papua sendiri belum ada pemahaman yang sama tentang Dialog Jakarta-Papua, terutama tentang tujuan dan agendanya. Ada pihak yang berpandangan bahwa dialog Jakarta-Papua ini membahayakan integritas teritorial Republik Indonesia. Ada juga pihak lain yang menganggap bahwa Dialog Jakarta-Papua ini berbahaya karena dapat menghacurkan ideologi Papua Merdeka.


Selain itu, masih ada orang yang memahami bahwa dialog Jakarta-Papua merupakan solusi atas konflik Papua. Pada hal Dialog Jakarta-Papua bukanlah tujuan melainkan sarana untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi-solusi terbaik dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan.


Ketika JDP menawarkan Papua Tanah Damai sebagai tujuan sekaligus agenda dari Dialog Jakarta- Papua, sejumlah pihak masih mempertanyakan konsep Papua Tanah Damai. Bahkan masih ada pemahaman yang berbeda tentang Papua Tanah Damai. Para pimpinan agama yang tergabung dalam Forum Konsultasi Para Pimpinan Agama (FKPPA) menganggap Papua Tanah Damai sebagai visi masyarakat Papua yang mesti dibangun dan diperjuangkan oleh semua warga Papua, entah apapun agamanya. Tetapi ada pihak lain yang melihat Papua Tanah Damai sebagai upaya untuk menutupi dan menyangkal segala bentuk pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua.


Dialog internal Papua dilaksanakan untuk melibatkan semua warga Papua dalam membahas konsep Papua Tanah Damai dan menetapkan tujuan dan agenda dialog Jakarta-Papua menurut warga Papua. Dalam Dialog internal Papua ini, setiap dan semua warga dimintai pendapatnya dan dikonsultasikan, sehingga merasa dilibatkan dalam upaya membangun Papua yang damai sejahtera melalui dialog.


Warga Papua yang dimaksudkan disini bukan hanya Orang Asli Papua (OAP), melainkan juga semua paguyuban yang hidup di Tanah Papua. Maka semua anggota paguyuban, sebagai warga Papua, diundang untuk berpartisipasi dalam Dialog Internal Papua. Semua paguyuban diajak untuk memberikan pemikiran yang konstruktif tentang pembangunan perdamaian di Tanah Papua.


JDP akan memikirkan metodologi, sarana, dan cara yang tepat untuk melibatkan semua warga Papua dalam Dialog Internal Papua ini.

 

Pater DR. Neles Tebay:
- Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP)
- Ketua STFT Fajar Timur Abepura
- Pemenang Penghargaan Tji Hak Soon justice and Peace Award dari Seul,Korea Selatan, tahun 2013.
- Mantan Wartawan The Jakarta Post
- Anggota Dewan Penasehat Komnas HAM Republik Indonesia
- Anggota Badan Pengurus Pax Christi Internasional yang berkedudukan di Brussel, Belgia.

JDP Memfasilitasi Dialog Internal Papua