google translate

Izin Investasi Terlalu Mudah, Sosiolog : Sama Saja Dengan Menjual Papua PDF Cetak E-mail
Jumat, 13 Mei 2016 15:51

Sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola mengingatkan bahaya terlalu mudahnya keran investasi dibuka untuk Papua. Menurutnya, hal tersebut tak ada bedanya dengan menjual Papua

"Semua izin dipermudah, ini sama saja dengan menjual Papua," kata Thamrin saat dialog Meningkatkan Peran Media Nasional Menuju Rekonsiliasi Papua di Jakarta, Rabu (11/05/2016).

Dia juga mengatakan seharusnya pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia dan lainnya di Papua dapat berjalan jika tidak ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan tanpa kekerasan.

"Pembangunan Papua harus dimulai dengan desekuritisasi atau tanpa pelanggaran HAM dan tanpa kekerasan. Dengan itu maka akan tumbuh kepercayaan dari masyarakat Papua kepada pemerintah," kata Thamrin Sementara itu Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan modal membangun Papua dengna pendekatan budaya adalah kesabaran dan juga kemanan.

"Pemerintah harus mempunyai kemampuan mendengarkan masyarakat," kata dia.

Dia mengakui selama ini pembangunan Papua masih sebatas pembangunan fisik dibandingkan pembangunan kebudayaan. "Harusnya dimensi kebudayaan diperkuat untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur serta keamanan," kata dia.

Sumber: rimanews - See more at: http://www.suaranews.com/2016/05/izin-investasi-terlalu-mudah-sosiolog.html#sthash.iIWFa2PT.dpuf

Sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola mengingatkan bahaya terlalu mudahnya keran investasi dibuka untuk Papua. Menurutnya, hal tersebut tak ada bedanya dengan menjual Papua"Semua izin dipermudah, ini sama saja dengan menjual Papua," kata Thamrin saat dialog Meningkatkan Peran Media Nasional Menuju Rekonsiliasi Papua di Jakarta, Rabu (11/05/2016).Dia juga mengatakan seharusnya pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia dan lainnya di Papua dapat berjalan jika tidak ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan tanpa kekerasan."Pembangunan Papua harus dimulai dengan desekuritisasi atau tanpa pelanggaran HAM dan tanpa kekerasan. Dengan itu maka akan tumbuh kepercayaan dari masyarakat Papua kepada pemerintah," kata Thamrin Sementara itu Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan modal membangun Papua dengna pendekatan budaya adalah kesabaran dan juga kemanan."Pemerintah harus mempunyai kemampuan mendengarkan masyarakat," kata dia.Dia mengakui selama ini pembangunan Papua masih sebatas pembangunan fisik dibandingkan pembangunan kebudayaan. "Harusnya dimensi kebudayaan diperkuat untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur serta keamanan," kata dia.

Sumber: rimanews - See more at: http://www.suaranews.com/2016/05/izin-investasi-terlalu-mudah-sosiolog.html#sthash.iIWFa2PT.dpuf
Izin Investasi Terlalu Mudah, Sosiolog : Sama Saja Dengan Menjual Papua