google translate

Agar Tak Seperti Timor Timur, Media Nasional Perlu Intensif Beritakan Tentang Papua PDF Cetak E-mail
Jumat, 13 Mei 2016 15:44

JAKARTA, HarianBernas.com– Ketua Dewan Pers, Yosep Adi menyebutkan media nasional perlu lebih intensif dalam memberitakan tentang Papua dan Papua Barat. Hal ini sebagai wujud perdamaian di provinsi paling timur Indonesia.

"Saat ini, berita tentang Papua di media nasional timbul tenggelam. Banyak juga wartawan media nasional yang ditempatkan di Papua yang ditarik kembali," kata Yosep dalam pertemuan eksploratif tentang Papua di Jakarta, Rabu (11/5/16).

Yosep mengungkapkan media nasional perlu menempatkan wartawan yang memiliki pengalaman jurnalistik baik untuk ditempatkan di Papua dan Papua Barat. Maksudnya, agar dapat memandang permasalahan di Papua secara komprehensif.

Pers perlu mengkritik pemerintah apabila melihat ada ketimpangan di Provinsi Papua. Media nasional perlu belajar dari pengalaman Timor Timur yang telah lepas dari wilayah Indonesia. Menurutnya, pers gagal dalam memberitakan Timor Timur jangan sampai terulang di Papua.

Yosep mengatakan saat memberitakan Timor Timur media nasional cenderung memberitakan mengenai hal-hal seremonial kedatangan pejabat dari Jakarta.

Selain itu, Pusat Penelitian Politik Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Jaringan Damai Papua dan Dewan Pers mengadakan sebuah pertemuan eksploratif dengan tema “Meningkatkan Peran Media Nasional Menuju Rekonsiliasi Papua.” Pertemuan ini dilaksanakan di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/16).


Editor: Sunti Melati

 

Sumber: http://www.harianbernas.com/berita-15244-Agar-Tak-Seperti-Timor-Timur--Media-Nasional-Perlu-Intensif-Beritakan-Tentang-Papua.html#sthash.JuCBq9CJ.dpuf

JAKARTA, HarianBernas.com– Ketua Dewan Pers, Yosep Adi menyebutkan media nasional perlu lebih intensif dalam memberitakan tentang Papua dan Papua Barat. Hal ini sebagai wujud perdamaian di provinsi paling timur Indonesia.

"Saat ini, berita tentang Papua di media nasional timbul tenggelam. Banyak juga wartawan media nasional yang ditempatkan di Papua yang ditarik kembali," kata Yosep dalam pertemuan eksploratif tentang Papua di Jakarta, Rabu (11/5/16).

Yosep mengungkapkan media nasional perlu menempatkan wartawan yang memiliki pengalaman jurnalistik baik untuk ditempatkan di Papua dan Papua Barat. Maksudnya, agar dapat memandang permasalahan di Papua secara komprehensif.

Pers perlu mengkritik pemerintah apabila melihat ada ketimpangan di Provinsi Papua. Media nasional perlu belajar dari pengalaman Timor Timur yang telah lepas dari wilayah Indonesia. Menurutnya, pers gagal dalam memberitakan Timor Timur jangan sampai terulang di Papua.

Yosep mengatakan saat memberitakan Timor Timur media nasional cenderung memberitakan mengenai hal-hal seremonial kedatangan pejabat dari Jakarta.

Selain itu, Pusat Penelitian Politik Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Jaringan Damai Papua dan Dewan Pers mengadakan sebuah pertemuan eksploratif dengan tema “Meningkatkan Peran Media Nasional Menuju Rekonsiliasi Papua.” Pertemuan ini dilaksanakan di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/16).



Editor: Sunti Melati - See more at: http://www.harianbernas.com/berita-15244-Agar-Tak-Seperti-Timor-Timur--Media-Nasional-Perlu-Intensif-Beritakan-Tentang-Papua.html#sthash.JuCBq9CJ.dpuf
Agar Tak Seperti Timor Timur, Media Nasional Perlu Intensif Beritakan Tentang Papua