google translate

LIPI Dan JDP Bisa Ditunjuk Sebagai Fasilitator Dialog Jakarta-Papua PDF Cetak E-mail
Senin, 18 April 2016 05:27

Jayapura,  Akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Marinus Yaung menyatakan, dialog damai Jakarta-Papua yang digagas Jaringan Damai Papua (JDP) bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bisa menjadi solusi menyelesaikan masalah Papua.

Hal itu dikatakan Marinus Yaung ketika dihadirkan sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion berthemakan “Pendokumentasian Kasus Pelanggaran HAM Berat di Tanah Papua” di salah satu hotel di Kota Jayapura, Jumat (15/4/2016).

Diskusi itu juga menghadirkan narasumber lain yakni Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Paulus Waterpauw, perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih, aktivis HAM Papua, Matius Murib, anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Hukum dan HAM, Tan Wie Long dengan moderator, Septer Manufandu dari Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) Papua.
Menurut Yaung, jika ingin dialog damai Jakarta-Papua difasilitasi pihak ketika, peran itu bisa dimainkan JDP dan LIPI. Kedua pihak ini bukanlah penentu, tapi sebagai pihak yang menfasilitasi. Namun dalam penyelesaian konflik dengan konsep seperti itu harus melibatkan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

“Selama ini Presiden Jokowi memberi sinyal untuk dialog. Tapi dalam perkembangannya, Jokowi menyatakan dia sering ke Papua dan sering berdialog dengan gubernur, bupati/wali kota serta berbagai stake holder di Papua. Tapi di Papua ini ada dua kelompok. Mereka yang berjuang sehingga ada Otsus itu justru terpinggirkan. Mereka yang tak berjuang, kini yang menikmati Otsus,” kata Yaung dalam diskusi itu.

Katanya, mereka yang berjuang sehingga Papua mendapat Otsus dan penentu konflik di Papua ada di dalam kota, di hutan serta di luar negeri. Dialog lanjut dia, bukan masalah Papua merdeka atau lainnya, tapi tujuannya menciptakan Papua tanah damai.

“Dalam menyelesaikan Papua, kami tetap akan dorong dialog Jakarta-Jakarta. Ini memang butuh waktu. Setiap penentu konflik harus diajak bicara. Selama itu tak dilakukan akan selalu ada konflik,” ucapnya.

Sementara Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Paulus Waterpauw mengatakan, secara pribadi ia menilai dialog Jakarta-Papua berat dilakukan. Tapi kalau dialog tentang Papua, itu bisa dilakukan.

“Kalau apakah setuju dialog damai Jakarta-Papua, itu saya lihat agak sedikit ada kehati-hatian. Kalau dialog tentang Papua apakah masalah HAM, tanah dan manusia Papua itu bisa,” kata Waterpauw.

Sementara Anggota Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long mengatakan, jika ingin dilakukan dialog, negara jangan hanya mengundang stake holder dari daerah, tapi pihak-pihak yang memang pantas dilibatkan dalam dialog.

“Jangan lagi ada yang disembunyi-sembunyi. Ini jaman keterbukaan informasi. Diskusi seperti ini memang bukan suatu penyelesaian, tapi bisa jadi titik awal mengurai berbagai masalah HAM di Papua,” kata Tan. (Arjuna Pademme)

 

Sumber:Tabloidjubi.com

LIPI Dan JDP Bisa Ditunjuk Sebagai Fasilitator Dialog Jakarta-Papua