google translate

Pembangunan Di Papua Masih Dibarengi Isu Pelanggaran HAM PDF Cetak E-mail
Minggu, 18 Maret 2018 12:06
Perekonomian di Provinsi Papua tercatat tumbuh sebesar 3,40 persen pada triwulan III tahun 2017. Pertumbuhan berkolerasi erat dengan kian membaiknya kesejahteraan masyarakat yang tergambar antara lain.
"Penurunan angka kemiskinan dari 28,5 persen pada tahun 2016 menjadi 27,6 persen pada tahun 2017," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) Irene Gayatri dalam diskusi 'Pembangunan Papua dan Ketahanan Bangsa' yang diselenggarakan Jaringan Pemuda Nusantara (JPN) di Jakarta, Selasa (30/1).
 
Dia menjelaskan, penurunan tingkat pengangguran terbuka di Papua pada Februari 2017 yang sebesar 3,96 persen menjadi 3,62 persen pada Agustus 2017. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 57,25 pada 2015 menjadi 58,05 di 2016. 
 
"Pencapaian-pencapaian pembangunan ini tidak terlepas dari pelaksanaan berbagai prioritas pembangunan melalui gerakan bangkit, mandiri, dan, sejahtera," ujar Irene. 
 
Lanjutnya, pembangunan di Papua mengalami peningkatan. Dia tidak memungkiri jika pembangunan yang sedang berlangsung di Papua dinilai secara pro dan kontra oleh pihak-pihak tertentu dipengaruhi isu mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang belum terselesaikan.
 
"Untuk mengatasi hal itu, pemerintah pusat tidak hanya mengedepankan pembangunan infrastruktur. Juga penting melakukan dialog dengan pihak-pihak tertentu," pesan Irene.
 
Sumber: RMOL
Pembangunan Di Papua Masih Dibarengi Isu Pelanggaran HAM