google translate

Rakyat Papua Lebih Butuh Dialog Ketimbang Kuis Dari Jokowi PDF Cetak E-mail
Selasa, 09 Januari 2018 12:39

Pastor Paroki Kristus Raja Wamena Pastor John Djonga Pr, mengatakan permasalahan di Papua tak sedikit.
Satu di antaranya, yakni harga BBM yang jauh lebih mahal dari harga di Jakarta. Harganya pun fluktuatif. Jelang Natal dan tahun baru misalnya bisa mencapai Rp 100 ribu per liternya.
Padahal, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan aparat Kepolisian untuk menjaga agar tidak ada oknum yang bermain, sehingga harga BBM bisa tetap stabil.
John Djonga Pr mengetahui Presiden pernah mengucapkan hal itu. Namun, sayangnya pengawasan terhadap instruksi tersebut tidak berjalan dengan baik.
"Jokowi dalamm pidatonya, Kepolisian tolong monitoring, ini omong apa ?" ujar John Djonga Pr kepada wartawan, usai hadiri diskusi soal Papua, di kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017).
Permasalahan pengawasan atau monitoring membuat niat baik dari Pemerintah kerap kurang dirasakan rakyat.
Ia mencontohkan, desanya sempat dijatah beras miskin (raskin) sebanyak 2 ton. Namun, yang sampai ke masyarakat hanya 1 ton. Sisa beras justru sampai ke toko-toko setempat untuk dijual.
"Itu sudah dilaporkan, sudah sampai ke KPK segala, tapi tidak ada (tindak lanjut). Masalah ini yang menjadi penyakit Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Selain itu, ia juga menyayangkan kampanye pemerintahan Joko Widodo, yang mengklaim sudah membangun jalan hingga 46 ribu kilometer lebih.

 

Sumber: Tribunnews.com

Rakyat Papua Lebih Butuh Dialog Ketimbang Kuis Dari Jokowi