google translate

LP3BH Manokwari Mendukung Dialog Papua-Jakarta PDF Cetak E-mail
Selasa, 19 September 2017 13:00

MANOKWARI,- Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussymendukung diselenggarakannya Dialog Papua- Jakarta.

 

Hal itu tersebut dilaksanakan untuk mendorong penyelesaian dan pertanggung-jawaban negara Indonesia atas kekerasan terhadap rakyat Papua baik secara kontradiksi sejarah maupun konstruksi identitas politik antara Papua-Jakarta.

 

Hal ini sesuai hasil pertemuan silaturahmi tokoh agama dan tokoh adat Papua dengan Presiden Ir. H. Joko Widodo, Selasa, (14/9) lalu di Istana Merdeka – Jakarta.

 

Yan Christian Warinussy yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, jelas-jelas Presiden Joko Widodo telah setuju dengan usulan yang disampaikan dengan perlunya penyelesaian dan penghentian segenap kekerasan fisik dan senjata yang selama ini senantiasa mengakibatkan jatuhnya korban rakyat Papua.

 

Itu pun tidak pernah memperoleh penyelesaian yang bermartabat secara hukum maupun secara politik, dan selalu menjadi sumber terjadinya ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah pusat dan daerah yang terus berakumulasi hingga saat ini merambah ke dunia internasional.

 

“Inilah hal yang menurut pandangan saya sebagai salah satu Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua telah menyebabkan Presiden menyambut baik dialog dan langsung menunjuk saudara Pater Neles Tebay sebagai person in charge (tokoh kunci) bersama Menteri Negara Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki,” tulis Warinussy melalui rilis kepada wartaplus, Jumat (15/9).

 

Lanjut Warinussy, penunjukan secara langsung oleh Presiden Jokowi kepada Pater Neles, Wiranto dan Teten Masduki sejauh ini yang dipahami adalah untuk mengurus dialog antara Papua-Jakarta guna menyelesaikan agenda kekerasan dan konflik sosial-politik yang terjadi selama ini.

 

Dia menambahkan, bukan semata-mata untuk mengurus dialog sektoral sebagaimana disampaikan di berbagai media cetak, elektronik dan online beberapa minggu terakhir ini.

 

“LP3BH mendukung penyelesaian terhadap masalah adanya kontradiksi sejarah dan konstruksi identitas politik serta pertanggung-jawabab atas kekerasan negera terhadap rakyat Papua melalui penyelenggaraan dialog dan proses rekonsiliasi melalui pengungkapan kebenaran secara hukum,” jelas Warinussy.

 

Sumber: Warta Plus

MANOKWARI,- Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussymendukung diselenggarakannya Dialog Papua- Jakarta.

Hal itu tersebut dilaksanakan untuk mendorong penyelesaian dan pertanggung-jawaban negara Indonesia atas kekerasan terhadap rakyat Papua baik secara kontradiksi sejarah maupun konstruksi identitas politik antara Papua-Jakarta.

Hal ini sesuai hasil pertemuan silaturahmi tokoh agama dan tokoh adat Papua dengan Presiden Ir. H. Joko Widodo, Selasa, (14/9) lalu di Istana Merdeka – Jakarta.

Yan Christian Warinussy yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, jelas-jelas Presiden Joko Widodo telah setuju dengan usulan yang disampaikan dengan perlunya penyelesaian dan penghentian segenap kekerasan fisik dan senjata yang selama ini senantiasa mengakibatkan jatuhnya korban rakyat Papua.

Itu pun tidak pernah memperoleh penyelesaian yang bermartabat secara hukum maupun secara politik, dan selalu menjadi sumber terjadinya ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah pusat dan daerah yang terus berakumulasi hingga saat ini merambah ke dunia internasional.

“Inilah hal yang menurut pandangan saya sebagai salah satu Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua telah menyebabkan Presiden menyambut baik dialog dan langsung menunjuk saudara Pater Neles Tebay sebagai person in charge (tokoh kunci) bersama Menteri Negara Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki,” tulis Warinussy melalui rilis kepada wartaplus, Jumat (15/9).

Lanjut Warinussy, penunjukan secara langsung oleh Presiden Jokowi kepada Pater Neles, Wiranto dan Teten Masduki sejauh ini yang dipahami adalah untuk mengurus dialog antara Papua-Jakarta guna menyelesaikan agenda kekerasan dan konflik sosial-politik yang terjadi selama ini.

Dia menambahkan, bukan semata-mata untuk mengurus dialog sektoral sebagaimana disampaikan di berbagai media cetak, elektronik dan online beberapa minggu terakhir ini.

“LP3BH mendukung penyelesaian terhadap masalah adanya kontradiksi sejarah dan konstruksi identitas politik serta pertanggung-jawabab atas kekerasan negera terhadap rakyat Papua melalui penyelenggaraan dialog dan proses rekonsiliasi melalui pengungkapan kebenaran secara hukum,” jelas Warinussy.

LP3BH Manokwari Mendukung Dialog Papua-Jakarta