google translate

KSP Terima Forum Akademisi untuk Papua Damai PDF Cetak E-mail
Minggu, 07 Mei 2017 15:18

JAKARTA – Berbagai cara telah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan hak asasi di Papua, mulai dari operasi militer, penerapan otonomi khusus, hingga percepatan pembangunan. Kini, Forum Akademisi untuk Papua Damai mencoba mengusulkan pendekatan resolusi konflik sebagai cara baru penyelesaian masalah Papua.

Pernyataan itu disampaikan Forum Akademisi untuk Papua Damai saat diterima Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Bina Graha, Jum’at, 5 Mei 2017.

“Semua pendekatan itu belum dapat menyelesaikan konflik sehingga butuh pendekatan baru, yakni resolusi konflik melalui jalan dialog pemerintah dan masyarakat Papua,” kata Ketua Forum Akademisi untuk Papua Damai, Mangadar Situmorang.

Mangadar Situmorang menjelaskan, resolusi konflik dilakukan dengan membangun ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat Papua. “Banyak negara menggunakan pendekatan ini dalam penyelesaian konflik,” kata pria yang juga menjabat Rektor Universitas Parahyangan ini.

Selain diketuai Mangadar Situmorang, Forum Akademisi untuk Papua Damai antara lain beranggotakan Purwo Santoso (Universitas Gajah Mada), Amiruddin al Rahab (Papua Resource Center), Antie Solaiman, Sahat Marojahan Doloksaribu (Universitas Kristen Indonesia), Bakhrul Khair Amal (Universitas Negeri Medan), Bernarda Meteray (Universitas Cenderawasih), Elvira Rumkabu (Universitas Cenderawasih), I Nyoman Sudira (Universitas Parahyangan), Ali Syafa’at (Universitas Brawijaya), Munafrizal Manan (Universitas Al-Azhar Jakarta), Otto Syamsuddin Ishak (Universitas Syiah Kuala), Shiskha Prabawaningtyas, M.A. (Universitas Paramadina), Sholehudin A. Aziz (UIN Syarif Hidayatullah), Thaha Alhamid (Tokoh Papua),  Al Araf, Gufron Mabruri Ardi Manto Adiputra, Evitarossi Budiawan, Niccolo Attar dan Ulumuddin Tuasikal (Imparsial).

Sekjen Presedium Dewan Papua Thaha Alhamid menegaskan agar pemerintah kepada memberi perhatian pada perbaikan penyelenggaraan pemerintahan di Papua diperbaiki. “Itu dulu yang penting. Bahwa nanti layanan pendidikan, kesehatan itu akan mengikuti,” papar Alhamid.

Didampingi Deputi V Jaleswari Pramodowardhani, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengapresiasi inisiatif Forum Akademisi untuk Papua Damai. “Ini ide baik untuk menyelesaikan masalah Papua,” kata Teten.

 

Sumber: Kantor Staf Presiden RI (KSP)

KSP Terima Forum Akademisi untuk Papua Damai