google translate

Pemerintah Diimbau Berdialog Dengan Kelompok Separatis Papua PDF Cetak E-mail
Jumat, 12 Agustus 2016 13:13
Skalanews - Ketua DPD Hanura wilayah Papua, F. Yan Mandenas mengimbau kepada pemerintah pusat untuk melakukan dialog dengan kelompok-kelompok separatis dan masyarakat Papua. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah munculnya gerakan separatis.
 
Yan menilai munculnya gerakan separatis, seperti KNPB lantaran kurangnya pengakuan identitas Papua di NKRI. Selain itu, tidak ada implementasi program pembangunan di Papua.
 
"Faktor utama, Pemerintah kurang meluruskan identitas papua sebagai warga NKRI dan pemerintah kurang merealisasikan pembangunan oleh pemerintah di Papua," kata Yan Mandeas saat menggelar diskusi publik di Jakarta, Kamis (11/08).
 
Ketua Pansus PT Freepot itu mengatakan bahwa faktor itulah yang dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang mempunyai kepentingan untuk mendorong gerakan-gerakan separatis.
 
"Faktor-faktor itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang mempunyai kepentingan tertentu untuk mendorong Gerakan-gerakan sparatis," ujarnya.
 
Di tempat yang sama, Ketua Umum Kebangkitan Peradaban Pancasila Jafar Ngabalin tidak sepakat jika ada ancaman di Papua. Sebab, menurutnya, masyarakat Papua itu sangat mengamalkan Pancasila.
 
"Papua hadir bukan sebuah ancaman bagi NKRI tapi sebaliknya, karena Pancasila lahir dari tanah Papua," tegasnya
 
Lebih lanjut, Jafar mengatakan, masyarakat Papua sangat toleransi. Indikasinya, siapapun bisa jadi pejabat di Papua. "Jadi Papua itu hadir membawa kedamaian, munculnya separatis itu akibat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mendapat tahta dan uang," pungkas Jafar.(Deddi Bayu/bus)
 
        
Sumber: Skalanews.com
Pemerintah  Diimbau Berdialog Dengan Kelompok Separatis Papua